CHAPTER 2 & KASUS 2.1.docx

February 5, 2019 | Author: Almira Fiqri Fadiah | Category: N/A
Share Embed Donate


Short Description

Download CHAPTER 2 & KASUS 2.1.docx...

Description

INTERNATIONAL HUMAN RESOURCE MANAGEMENT

Chapter 2 (The Cultural Coctext Of IHRM)

Doe! "e!#a$pu %

Titik Nurbiyati Dra.,M.Si. NAMA &ELOM"O&%

Rizky Rosada

15311362

Bella Tristiani

15311367

l!ira "i#ri "adia$

1531137%

Dian D&i 'rasetya

15311373

'rala(ita S$abira

153113)1

"ROGRAM STUDI MANA'EMEN A&ULTAS E&ONOMI UNIERSITAS ISLAM INDONESIA *OG*A&ARTA 2+,-.2+,/

D"TR *S* Daftar I0

,

De+inisi Budaya

2

onse( Budaya

2

Studi Mana-e!en ntar Budaya

3

Re+leksi dari studi !ana-e!en lintas budaya 'ene!banan Budaya asus 2.1

)

/

Da+tar 'ustaka

11

1

7

CHA"TER 2 The Cultural Co!text Of IHRM

1.

De+inisi Budaya 'ada a&al ta$un 1/5%0an, luk$o$n dan roeber suda$ !enu!(ulkan 16 de+inisi

kebudayaan dari budaya berba$asa *nris dan kental !en-adi ko!(re$ensi+, !a(an dan diteri!a. De+inisi budaya Budaya terdiri dari ara ber(ola (ikir, (erasaan, dan bereaksi, di(erole$ dan ditularkan teruta!a ole$ si!bol, yan !eru(akan (restasi k$as kelo!(ok  !anusia ter!asuk (er&u-udan !ereka (ada arte+ak4 inti (entin dari budaya terdiri dari ide0 ide tradisional dan teruta!anilai0nilai yan !elekat (ada diri !ereka. !(at ele!en dasar budaya da(at diturunkan dari ansen. *a !e!bedakan antara • • • •

2.

Standardisasi ko!unikasi Standardisasi (e!ikiran Standardisasi (erasaan Standardisasi (erilaku.

onse( Budaya onse( !enurut S$ein adala$ S$ein !enana( ada berbaai tinkat budaya

arte+ak atau kreasi, nilai0nilai dan asu!si yan !endasarinya. rte+ak yan dia!barkan sebaai struktur dan (roses oranisasi yan terli$at. Mereka da(at dianalisis !enunakan !etode konensional (enelitian sosial e!(iris, teta(i !aknanya serin sulit untuk diuraikan. Tinkat !enena$ terdiri dari nilai (erusa$aan atau !asyarakat. Mereka dite!ukan di tinkat kesadaran !enea$4 denan kata lain, !ereka sebaian sadar dan sebaian tidak sadar. Tinkat ketia dia!barkan sebaai asu!si dasar yan serin diana( -elas. Mereka ter!asuk keyakinan, (erse(si, (ikiran dan (erasaan, yan biasanya tidak terli$at dan tidak  sadar. Na!un de!ikian, !ereka adala$ su!ber nilai0nilai dan tindakan berdasarkan (ada !ereka. S$ein !enekankan ba$&a $ubunan yan !enara$ dari arte+ak !elalui nilai0nilai untuk !endasari asu!si yan -au$ lebi$ le!a$ dari(ada yan terke!uka diara$ sebaliknya, karena (enaru$ asu!si yan !endasari nilai0nilai dan arte+ak adala$ kuat dari(ada sebaliknya.

2

3.

Studi Mana-e!en ntar0Budaya

8

o+stede9s ross0ultural !anae!ent study. Dala! (enelitian aslinya, o+stede !enidenti+ikasi e!(at di!ensi budaya

 berdasarkan (erti!banan teoritis a&al dan analisis statistik, yan da(at diunakan untuk  !ena!barkan (erbedaan budaya antar neara. !(at di!ensi yan !endasari budaya neara diidenti+ikasi dari nilai yan di(erole$ dala! linku( (enelitian. o+stede !ena!akan !ereka -arak kekuasaan, (en$indaran ketidak(astian, +e!initas s !askulinitas, dan indiidualis!e s kolektiis!e. Sebua$ studi ke!udian !elibatkan (eserta dari ka&asan sia 'asi+ik ter!asuk di!ensi keli!a, on+usianis!e atau orientasi -anka (an-an. Di!ensi -arak kekuasaan !ener!inkan skala di!ana anota0anota dari suatu kebudayaan !eneri!a kekuasaan tidak !erata di le!baa. *ni !enunka(kan -arak  e!osional antara karya&an dan atasan. ekuatan ketidaksetaraan ada dala! banyak budaya, ta(i !unkin lebi$ atau kuran diua(kan dari budaya ke budaya. Masyarakat ditandai denan -arak daya tini, dan keti!(anan daya tini, !eneri!a struktur oranisasi $irarkis, di !ana setia( indiidu da(at !ene!(ati te!(at !ereka tan(a (erlu untuk   (e!benaran. Budaya denan -arak daya renda$ !enininkan distribusi daya dan (er!intaan  (en-elasan yan sa!a untuk setia( onto$ dari keti!(anan kekuasaan +or!al. Di!ensi budaya (en$indaran ketidak(astian !eru(akan se-au$ !ana (ara anota  budaya !erasa terana! ole$ situasi yan tidak (asti, a!biu dan : atau tidak terstruktur dan !enoba untuk !en$indari !ereka. Budaya denan (en$indaran ketidak(astian yan kuat ditandai denan keyakinan yan ketat dan kode (erilaku dan tidak !entolerir oran dan ide0 ide yan !enyi!(an dari ini. Dala! budaya denan (en$indaran ketidak(astian yan le!a$, (entinnya (raktik !elebi$i (entinnya (rinsi(0(rinsi( dan ada toleransi yan tini untuk (enyi!(anan. Di!ensi budaya +e!initas s !askulinitas diidenti+ikasi ole$ o+stede didasarkan  (ada asu!si ba$&a nilai0nilai da(at dibedakan sebaai lebi$ !askulin atau lebi$ +e!inin. ;rientasi !askulin terdiri !ene-ar kesuksesan +inansial, ke(a$la&anan dan (endekatan kiner-a yan kuat4 orientasi +e!inin berisi (re+erensi untuk kualitas $idu(, keseder$anaan dan $ubunan inter(ersonal. Selan-utnya, (eran +leksibilitas dala! budaya yan berorientasi +e!inin lebi$ yan -elas dari dala! budaya lebi$ !askulin, denan kata lain, (eran -enis kela!in tu!(an tindi$, yan berarti ba$&a baik (ere!(uan dan laki0laki bisa !en-adi seder$ana dan nilai kualitas ke$idu(an tertentu. 'erbedaan !endasar antara dua (endekatan 3

tersebut adala$ bentuk (eran sosial dikaitkan denan ender denan !asyarakat seara relean. Di!ensi budaya indiidualis!e s kolektiis!e !ena!barkan se-au$ !ana inisiati+ indiidu dan !era&at diri sendiri dan kerabat terdekat disukai ole$ !asyarakat sebaai la&an, !isalnya, bantuan (ublik atau konse( keluara. Dala! budaya yan lebi$ indiidualis, di situ $anyala$ -arinan kasual $ubunan antar !anusia. Setia( oran teruta!a  bertanun -a&ab untuk dirinya sendiri. budaya yan lebi$ kolekti+, sebaliknya, !e!iliki lebi$ dekat, siste! lebi$ -elas $ubunan. al ini berlaku baik untuk keluara besar !au(un  (erusa$aan. Sebua$ aris yan -elas ditarik antara kelo!(ok sendiri dan kelo!(ok lain. Dala! (ertukaran untuk (era&atan yan dita&arkan ole$ kelo!(ok sendiri, anota kelo!(ok !e!berikan arti yan sanat intens loyalitas. s(ek yan !e!bedakan dari di!ensi ini adala$ diri do!inankeuku(an antara indiidu0indiidu dala! !asyarakat. al ini berlaku untuk ke$idu(an (ribadi se(erti ke$idu(an (ro+esional. Berkenaan denan ke$idu(an (ro+esional, (erusa$aan0(erusa$aan yan kolekti+   berbeda dari (erusa$aan indiidualis dala! $ubunan antara atasan dan karya&an dala! struktur yan kolekti+ da(at dia!barkan sebaai lebi$ in+or!al. Selan-utnya, (erekrutan dan ke!a-uan karir serin disebut dala! inrou(. Mana-e!en berarti (enelolaan kelo!(ok dan siste! re&ard yan +re0berkala berorientasi kelo!(ok. Sebaliknya, (erusa$aan indiidualis +okus (ada as(ek indiidu ketika !enyusun siste! re&ard. ubunan antara atasan dan karya&an biasanya didasarkan (ada relati+ netral, landasan kontraktual yan bersi+at u!u! tidak !enau (ada seseoran tertentu. Meski(un e!(at di!ensi disa-ikan berasal dari data yan diku!(ulkan dari karya&an sebua$ (erusa$aan !ultinasional, !enurut o+stede, !ereka dikon+ir!asi:diteta(kan dala! (enelitian setela$nya ole$ (eneliti lain, yan beker-a denan !etode yan berbeda dan !e!(ela-ari kelo!(ok sasaran yan berbeda.  Na!un de!ikian, $asil !ener!inkan e!(at di!ensi. Di!ensi !iri( denan -arak  kekuasaan, indiidualis!e s kolektiis!e dan !askulinitas s +e!initas yan di&u-udkan dala! (enelitian ini -ua. anya di!ensi (en$indaran ketidak(astian tidak bisa dikon+ir!asi dala! (enelitian ini. Sebaliknya, di!ensi lain dite!ukan, sala$ satu yan tidak  da(at dikaitkan denan $asil (enelitian asli (an0uro(an *BM. al itu di-elaskan ole$ (ara  (eneliti sebaai dina!ika on+usianis!e. Di!ensi ini (ada dasarnya !ener!inkan orientasi dasar dala! ke$idu(an oran0oran, yan da(at beru(a lebi$ -anka (an-an atau -anka

4

 (endek di ala!. *ni berisi nilai0nilai yan (eneliti Barat da(at !enenali, ta(i !ereka tidak  di(er$itunkan. 8

 re+letion on t$e o+stede study. 'enelitian o+stede !eru(akan kontribusi (entin untuk (enelitian !ana-e!en lintas0

 budaya. asilnya !e!unkinkan (ernyataan yan teas tentan (erbedaan (otensial antara  budaya indiidu dan bisa !en-adi (edo!an !en-elaskan (erilaku setidaknya dala! orientasi a&al. Na!un, 'enelitian o+stede ditudu$ kuran teori, karena di!ensi budaya uta!anya  berasal dari $asil yan nyata bukan ra!alan. Se(erti yan suda$ disebutkan sebelu!nya dala! bab ini, studi o+stede dite!(atkan (ada tinkat nilai, tinkat !enena$ dari konse( S$ein. o+stede dikritik karena tidak !ena!bar aris antara (raktek nyata dan (raktek  yan $anya da(at dirasakan, denan kata lain se!aa! anan0anan:ra!alan. ritik lain dari studi o+stede adala$ diasu!sikan ba$&a o+stede tidak uku( !e&akili kelo!(ok etnis yan ada dan studinya tidak da(at !enklasi+ikasikan neara denan bebera(a ba$asa yan relati+ sa!a berda!(inan dala! dala! kelo!(ok nearanya. k$irnya, diasu!sikan ba$&a  budaya nasional bukan satu0satunya +aktor yan !e!(enaru$i (erilaku. 8

T$e
View more...

Comments

Copyright ©2017 KUPDF Inc.
SUPPORT KUPDF FlashForward | 高杉レイ | #126 - Chapter 126 01-19-2016